Dari Museum Bahari ke Kali Jodo Lihat Sarang Penyamun Jadi Tempat Rekreasi

Posted by Cape Makar on Jumat, 30 Juni 2017

Perjalanan saya dan Isteri ke Kali Jodo
Cape Makar: Rehat sejenak setelah beraktifitas, mungkin itulah gambaran yang tepat untuk dijelaskan perjalanan saya bersama isteri hari ini (30/6/2017). Bukanlah perjalanan yang jauh, hanya menelusuri Jakarta Utara saja. Itupun hanya dua tempat yang dikunjungi, Museum Bahari di kota Tua Jakarta Utara dan kali Jodo, perbatasan antara Jakarta Utara dan Barat. Kali Jodohlah yang menjadi fokus saya berbagi kisah hari ini, museum Bahari hanya pelengkap perjalanan saja.

Saya dan isteri saat di Kali Jodo
Lanjut ya, sekitar pukul 10.00 WIB saya dan isteriku Vina memulai langkah kami dari rumah menuju Museum Bahari. Bertemankan motor butut hasil usaha kami akhirnya sampai juga kami di Museum Bahari. Tidak lama memang karena jarak antara Tanjung Priok dengan Kota Tua hanya kurang lebih 4 KM, apalagi jalanannya cukup sepi berkah dari libur lebaran, (sebab biasanya macet parah). Kurang lebih 30 menit kami pun sampai di Museum Bahari.

Apa yang menarik di sana?.

Pertanyaan ini relatif sekali jawabanya. Tetapi jika saya pribadi yang ditanya maka jawabanya adalah menghayal. Itulah yang menarik buat saya.

Ko bisa?

Ya bisa, karena di sana (saat di museum Bahari) saya bisa “lihat” Indonesia di masa lalu. Sebuah negara kaya raya. Sederhana saja alasannya, kalau tidak kaya raya mana mungkin orang Belanda dan pelaut Portugis rela mengarungi laut lepas hanya untuk ketemu sebuah pulau bernama Indonesia (Batavia). Kedua jika sebuah bangunan didirikan tanpa ada korupsi maka meski ratusan tahun pasti berdiri kokoh. Wah politik lagi ne, bukan (sudah kapok sama politik) ini hanya refleksi saja bro, sis, pace, mace, kakak, adik, dan saudara semua.

Kali Jodo di Sulap oleh Ahok jadi tempat rekreasi keluarga
Lanjut ke Kali Jodo yuk, sampai di sini (baca: Kali Jodoh)  baru saya tahu dan yakin bahwa memang benar pak Ahok itu orang baik.

Wah, bagimana mungkin tahu Ahok itu orang baik?,

Ya ialah kalau dia tidak baik mana mungin banyak musuhnya, sampai beliau berada di jeruji besi. Karena dia orang baik maka dipenjarakan biar musuhnya merajalela. Oh ya sampai di sini saya harus jelaskan biar berimbang tulisan saya (setidaknya itulah harapan saya). Saya adalah tim suksesnya Ahok, itu dulu. Saya mendukungnya bukan karena yang bersangkutan seiman dengan saya (Nasrani) melainkan dia bekerja dengan baik melayani warga DKI.

Mau bukti?

Kali jodo sebelum diubah Ahok
Ruang dalam Kali Jodo sebelum diubah menjadi arena bermain dan rekreasi keluarga oleh Ahok 
Ini buktinya. Dulu Kali Jodo (orang Jakarta pasti tahulah) Kali Jodoh itu apa. Sebuah tempat prostitusi, narkoba, premanisme, dan tempat hiburan malam yang menjanjikan surga dunia bagi yang lupa, kalau isteri mereka menunggu dengan cinta dan harap-harap cemas di rumah, atau seorang ibu pada anak remajanya yang belum pulang. Itu dulu sebelum Ahok menjabat. Setelah Ahok jadi gubernur, beliau mengubah sarang penyamun (sebutan yang kupakai untuk merujuk pada Kali Jodo yang dulu), diubah Ahok menjadi arena bermain, dan tempat rekreasi bagi keluarga. Baik kan pak Ahok...., karena dia baik makanya dipenjara. Berikut ini saya lampirkan beberapa foto Kali Jodo era baru zaman Ahok.
Kali Jodo disulap Ahok jadi Tempat Bermain Anak
Kali Jodo Menjadi Tempat Rekreasi Bagi Keluarga

Kali Jodo Tempat Rekreasi bersama Keluarga


Dilengkapi dengan Tim Kesehatan yang Melayani Pengunjung yang Datang

Termasuk Musola untuk Solat

Kali Jodo Era Ahok

***

Pembaca terkasih dari tulisan yang tidak bermakna di atas, setidaknya ada tiga hal penting yang boleh kalau kita refleksikan bersama. Pertama miliki waktu terbaik bersama keluarga. Kedua Indonesia itu negeri elok yang sangat kaya, tolong jangan rusaki. Ketiga, jangan lelah untuk menebarkan kebaikan sebab orang baik selalu abadi.

Miliki Waktu Terbaik Bersama Keluarga.

Sidang pembaca terkasih, saya tidak mengguru tetapi ini hanya sekedar ilustrasi. “ada siang ada malam”, siang untuk bekerja malam untuk beristirahat. Demikian juga halnya dengan keluarga (maaf saya bukan ahli) ini hanya sekedar berbagi saja. Sesibuk-sibuknya kita milikilah waktu buat orang-orang tercinta (suami, isteri, dan anak). Setelah itu lihatlah wajah bahagia isterimu, suamimu (mungkin sulit dideskripsikan tetapi biasanya kami para suami suka ko kalau isteri menyediakan waktu terbaiknya buat suami). Sedangkan anakmu, lihatlah eskpresinya, dengan penuh kebanggaan dia menceritakannya kepada teman-temannya. Wah itu berharga bangat om. Kalau tidak percaya, coba saja luangkan waktumu sedikit buat keluarga dan lihatlah hasilnya. Selamat mencoba, semoga berhasil.

Indonesia Negeri Elok yang Kaya.

Saya sudah bilang tadi, kalau tidak kaya mana mungkin orang luar datang jauh-jauh ke Indonesia. Alamnya, budayanya, floranya, hutanya. Jadi tolonglah jangan rusaki dengan narkoba, radikalisme, dan esktrimisme yang sempit. Mari kita jaga Indonesia untuk generasi sesudah kita. Ya, ile kayak orang benar aja gue kwkwk. Tetapi serius, saudaraku sebangsa dan setanah air mari kita Jaga Indonesia dimulai dari diri kita sendiri dan dari rumah. Yakinlah Indonesia pasti berjaya.

Jangan Lelah untuk Berbuat Baik.

Chairil Anwar dalam puisinya yang berjudul AKU, bilang seperti ini: “Aku mau hidup seribu tahun lagi”. Ga mungkin kan, ya ialah saya juga tidak percaya. Tetapi satu kebenaran yang saya percaya adalah orang baik, orang yang mau berkarya, dan membangun bangsa akan selalu dikenang karya dan pemikirannya meski sudah tiada. Jadi yang saya maksudkan dengan aku mau hidup seribu tahun lagi di atas adalah bukan orangnya, tetapi generasi sesudahnya selalu mengenang jasa-jasanya hingga seribu tahun. Kira-kira seperti itu.

Wah itu tidak mungkin?


Wah ga percaya, contohnya: Sukarno sudah meninggal lama tetapi pemikiranya tentang pancasila, dan keIndonesiaanya tetap abadi oleh generasi sesudahnya. Sampai diberi penghargaan bapak praklamator, Gusdur dikenal sebagai bapak pluralisme, sampai Ahok pun meski sudah tidak menjadi gubernur saat ulang tahunya warga DKI memberi ucapan Selamat Ulang Tahun. Baca beritanya di sini, tidak percaya?, klik ini, serus loe masih bilang goe boong baca ne kompas media nasional

Sidang pembaca, tahu kenapa sampai segitunya tokoh-tokoh yang saya sebutkan tadi dicintai masyarakat?; Karena kebaikan, pelayanan, dan sumbangsinya untuk orang banyak. 

Jadi om, tante, kakak, adik, cang, babe, moat, oa, mas, mbak, neng, bude, pakde, daeng, pace, mace, kraeng, kerapu mogan sawen, jangan lelah untuk berbuat baik, karena pada suatu saat nanti apa yang engkau lakukan akan berdampak bagi Indonesia yang lebih baik. 
Salam Nusantara Jaya. 

2 Responses to "Dari Museum Bahari ke Kali Jodo Lihat Sarang Penyamun Jadi Tempat Rekreasi"