Untuk Ayah Tercinta Aku Menulis

Posted by Cape Makar on Minggu, 31 Desember 2017

Untuk Ayah Tercinta Aku Menulis

Cape Makar


Ayah dengarlah…
Tahukah engakau bahwa aku ingin di masa tuamu engkau bebas,
Aku ingin engkau beralih dari satu kota ke kota yang lain sesukamu ayah,
Saya bisa mewujudkan itu.

Ayah dengarlah…
Aku ingin engkau tahu bahwa cintaku hanya untukmu saja.

Tapi tahukan dirimu ayah, saya lelah membujukmu.
Caramu ayah, kadang membuat saya harus berkata, ‘ah sudahlah kalau memang itu maunya’

Melihat tulang yang membalut kulit, jujur saya ingin menangis.
Mendengar engkau yang masih merintis ladang untuk menanam padi,
Jujur aku marah, tapi bisa apa; jika itu sudah jadi keputusan ayah tercinta.

Hanya doa yang tak pernah henti semoga engkau panjang umur dan sehat selalu ayah.

Cinta dan banggaku padamu ayah tercinta.
Semoga Tuhan melindungmu ayah. (Makar admin blog Gubanesia)


Jakarta, 31 Desember 2017, malam tahun baru.  



Baca juga:


Rumah dan Keluarga

0 Response to "Untuk Ayah Tercinta Aku Menulis"