Inilah Keturunan Marga Lamoren Dua (Hama Makin) di Desa Ongalereng Pulau Solor dari Generasi Kelima

Cape Makar:  

Apa itu Lamoren?
Lamoren adalah salah satu marga dari ratusan marga di Solor watan lema di Kab. Flores Timur Nusa Tenggara Timur. Berikut ini silsilah garis keturuan marga Lamoren dua (Hama Makin) di desa Ongalereng di pulau Solor di bagian Barat. Dikisahkan dari garis keturunan laki-laki (patriarkat).Berikut ini silsilahnya:

Hama Moron

Generasi kelima dari marga lamoren 2 (Moron) dimulai dari almahrum bapak Hama Moron. Beliau mempunyai empat orang anak laki-laki. Anak pertama bernama Mado, Kedua Payong, ketiga Lawe, dan kempat bernama Beko.

Bapak Mado

Almahrum bapak Mado mempunyai dua anak laki-laki. Anak pertama bernama Gestinu dan kedua bernama Betu. Gestinu mempunyai empat orang anak laki-laki. Yaitu: Payong, Mado, Kobus, dan Panus; sedangkan Betu tidak mempunyai anak, (menurut sumber: Paulus Pati Moron).

Bapak Payong

Almahrum yang terkasih bapak Payong memiliki dua orang anak laki-laki. Anak pertama bernama Kereme dan anak yang kedua bernama Hama.

Bapak Kereme memiliki lima orang anak. Anak pertama bernama Simon, sebagai kepala suku moron dua. Anak kedua bernama Paulus Pati Moron, seorang pendidik dan pegiat budaya peten lewo, khusunya dari marga Lamoren atau Moron dua (Hama  Makin) di desa Ongalereng di pulau Solor di bagian barat. Beliau sekaligus adalah sumber utama dan satu-satunya refrensi saya menulis artikel ini. Anak ketiga bernama Aloysius, keempat Yosep, dan kelima (bungsu) bernama Martin Moron Pr; seorang pastor di keuskupan Pangkal Pinang. Beliau saat ini menetap di Batam. 

Sedangkan sang adik bernama Hama memiliki seorang putra yang diberi nama sama dengan bapaknya, yakni Hama.

Mengapa namanaya sama?

Menurut penuturan bapak Paulus Pati Moron salah satu upaya penghargaan sang ayah yang telah meninggal dan meninggalkan sang anak yang masih dalam kandungan sang isteri maka menurut kebiasaan adat budaya Solor watan lema, kususunya Lamoren 2 anak tersebut harus diberi nama sesuai dengan sang ayah.

Untuk apa?

Jawabannya adalah sebagai ekspresi cinta yang mendalam dan bentuk penghargaan dari keluarga pada sosok almahrum. Bapak Hama meninggal dipagut ular,saat sang anak yang kelak diberi nama hama juga masih berusia 6 bulan dalam kandungan sang isteri.


Bapak Lawe

Beliau mempunyai seorang putra bernama Suban. Bapak Suban memiliki lima orang anak laki-laki. Si sulung bernama Hendrik, kedua bernama Kor,selanjutnya Marsel, Sanga, dan Ferdy, putra bungsu dari garis keturunan laki-laki dari bapak suban.

Bapak Beko

Bapak Yosep Beko Lamoren, putra bungsu sekaligus anak bungsu dari 8 bersaudara dari keturunan almahrum bapak Hama Moron.

Bagi anak-anaknya sosok beliau orang yang sangat mencintai keluarga. Seorang perantau, perintis dan pelopor yang mengagumkan. Memiliki dua orang putra yang tampan. Putra pertama bernama Hendrikus Hama Lamoren, kedua almahrum Laurensius Payong Lamoren, si hitam manis yang baik hati dan suka menolong.

Hendrikus Hama Lamoren, putra pertama dan anak nomor 3 dari bapak Yosep Beko Lamoren tersebut memiliki dua orang putra. Putra sulung bernama Johanes Randy Lamoren dan kedua bernama Joseph M. Beko Lamoren.

Berikut ini rangkuman silsilah keturunan Marga Lamoren dua dari generasi kelima (Hama Makin) dalam bentuk bagan.
Inilah Keturunan Marga Lamoren Dua (Hama  Makin) di Desa Ongalereng Pulau Solor dari Generasi Kelima
Silsilah keturunan  Hama Makin di Ongalereng
Kecamatan Solor, di Bagian Barat


Demikian silsilah keturunan marga Lamoren dari generasi kelima.

***
Penutup

Upaya menulis silsilah ini murni panggilan hati, tanpa ada unsur lain. Maksud dan tujuannya, hanya sebagai dokumentasi perjalanan hidup sebuah komunitas Hama Makin di desa Ongalereng kecamatan Solor bagian barat Kab. Flores Timur, NTT. Harapannya adalah generasi sesudah kita bisa mengetahui dari mana dia berasal, dan saling bertegur sapa untuk mengenal sebagai sesama saudara, walaupun itu hanya di dunia maya.

Saya Martin Karakabu, anak kampung dari Detunglikong Kab. Sikka Maumere, Flores NTT. Saya menulis hanya untuk berbagi kisah tentang sebuah silsilah.                                        ***

Inilah Keturunan Marga Lamoren Dua (Hama  Makin) di Desa Ongalereng Pulau Solor dari Generasi Kelima
Bapak Paulus Pati Moron
Kisah ini bermula dari obrolan ringan saya bersama bapak Paulus Pati Moron saat berkunjung ke Jakarta. Kami memulainya saat secangkir kopi hangat buatan isteri tercinta Vina Lamoren hadir di ruang kisah kami. Selanjutnya kisah tentang kampung halamanpun mengalir dan tidak terasa pagi menjemput. Kubiarkan saudaraku itu beristirahat dan kuabadikan penuturannya melalui coretan yang sederhana ini.

Nong dan oa, maaf jika ada salah bertutur, tak ada maksud melupakan atau meyakiti hati. Hanya ini yang kuingat dari obrolan ringan kami. Kopi hitam pun telah habis, malam bae jo semuanya, Salam dari rantau*** (Makar admin blog Gubanesia)


Keterangan :
1.    Watan lema          : julukan khas pulau solor
2.    Hama Makin         :keturunan dari Hama Moron di Ongalereng / Solor.
3.    Nong/oa                : Sapaan halus untuk pria/wanita menurut tradisi Solor

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Keturunan Marga Lamoren Dua (Hama Makin) di Desa Ongalereng Pulau Solor dari Generasi Kelima"

Posting Komentar