Apa Arti Sebuah Nama, KARAKABU?

Apa Arti Sebuah Nama, KARAKABU?

Cape Makar: Pertanyaan klasik yang setiap orang pernah mendengar atau mengucapkannya. “Apalah arti sebuah nama”. Bagi beberapa suku tertentu di Indonesia, nama (terutama nama belakang, baca: Marga). Memiliki arti dan makna tersendiri. Semisal di Bali Wayan, Made, Ketut; bagi orang Bali deretan nama tersebut memiliki strata sosial tersendiri. Termasuk suku Batak dan Papua. Nama memiliki simbol dan prestise.

Apa hubungan dengan saya dan proses penamaan ini.

Ceritanya cukup panjang, jadi supaya tidak bosan saya singkat seperti ini, 2005 lalu saya lulus dari Seminari Menengah Santo Fransisikus Asisi Jayapura Papua. Sebuah lembaga pendidikan menengah bagi calon imam gereja Katolik (setara dengan SMA). Saya diminta lanjut ke seminari tinggi oleh ayahanda tercinta. Idealnya memang seperti itu. Tetapi saat menelisik kembali ke belakang dan mengukur kualitas diri, sepertinya seminari bukan pilihan yang tepat untuk saya.

Singkat kata singkat cerita, secara sepihak saya memutuskan untuk tidak melanjutkan ke seminari tinggi. Di sisi yang lain, ayahanda tercinta, Robertus Bura. Sudah mempersiapkan segala sesuatu yang terbaik buat saya dengan harapan saya lanjut ke seminari menengah. Bisa dibayangkan marahnya orang timur hehehee,...jika keinginannya tidak terpenuhi. Sory basodara semua tetapi itu yang kulihat dan kualami. Salam satu jiwa.

Intinya orang tua, terutama ayah sangat marah dengan keputusan saya. Buntut dari kemarahannya, saya diperbolehkan melanjutkan kuliah tetapi dengan biaya sendiri. Itu mustahil tetapi itulah yang ayah saya lakukan dan saya alami.

Hanya satu yang diberikan ayah tercinta kepadaku. Sebuah nama, KARAKABU. “pergi dan merantaulah, gapailah apa yang mau engkau raih, tetapi selalu gunakan nama Karakabu di belakang namamu”.

Sejujurnya saya tidak paham maksud tersirat beliau. Supaya tidak memancing kemarahanya sayapun memakai nama tersebut tanpa banyak tanya lagi, termasuk penamaan di berbagai akun sosial media dan blog milik saya.  

Baca juga: www.martinkarakabu.org

Sebagai perantau sejak kecil terkadang saya berpikir saudaraku hanya si A, B, C dan D. Ternayata banyak saudaraku di Detunglikong sana. Detunglikong apa si?. Bro sist itu nama sebuah tempat. Persisnya sebuah dusun di kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, propinsi Nusa Tenggara Timur. Kalau masih bingung juga buka atlas dan lihat peta Indonesia, dan lihat NTT Indonesia apa bukan?.

Sesekali travel blog, pelancong, atau kalian yang mencintai arkelog datanglah ke dusunku. Di sana ada danau alami di atas ketinggian 800 kaki dari permukaan laut lho. Namanya danau rano, ada juga air terjun yang pasti memacu bangat ardenalinmu bro sist, namanya air terjun sokeloleng. Nah ini buat kamu yang menyukai arkelog di tempatku ada piring kuno peninggalan zaman pra sejarah yang menarik untuk diteliti oleh arkelog. Pokoknya banyak hal menarik, datang dan saksikan sendiri kalau itu benar adanya.

Kembali ke arti sebuah nama?. Karakabu ternayata nama desa. Berarti Martin nama orang dan Karakabu desa. Jadi Martin Karakabu orang desa. Jika itu kontruksi berpikirnya maka anda benar. Jika tidak pun benar. Salah jika tidak berpikir, meminjam kata Descartes, saya berpikir maka saya ada.

Entahlah diawali bulan apa saya lupa. Tetapi seorang saudara yang hebat, giat membangun kampung. Caranya berpikir sepertinya sederhana namun kualitas dari caranya berpikir itu yang luar biasa.

Beri bukti bukan kata kosong.

Seperti itulah kata dan kalimat yang mewakili rasa kagumku pada sosok ini. Dialah Hendrik, pegiat dan menjadi garda paling depan membangun desa Karakabu. Darinyalah saya tahu pertama kali kalau Karakabu itu nama sebuah desa dari dusun Detunglikong, tempatku dilahirkan. Terima kasih nong, karyamu akan abadi bagi generasi sesudahnya.

Kenapa diberi nama karakabu, makna tersembunyinya kupahami dari dia yang pernah menggendongku pada masa kecilku dulu. Efraem, Saudara yang luar biasa. Darinya saya tahu kalau karakabu sejatinya adalah dua orang. Kara dan Kabu. Mereka adalah keturunanku. Orang-orang yang berjuang membangun kampung dan menjaga kampung Detunglikong.

Dari penuturan ayahku Kara dan Kabu adalah dua bersaudara, semantara dari yang kudengar adalah bapak dan anak. Entahlah mana yang benar, yang pasti saya mengikuti penuturan ayah tercinta, Kara dan Kabu adalah adik dan kakak. Idealnya nama karakabu bukan saya yang sandang karena saya tidak membangun kampung seperti lelurku itu. Penghargaan yang paling benar adalah nong Hendrik dan kakak Efraem merekalah karakabu era baru. Termasuk mereka-mereka yang sepak terjangnya tidak saya tahu, namun giat membangun desa KARAKABU. Saya apa? mungkin semangatnya yang bisa kumaknai dalam hidup dan perjalanan ini. Tapi mungkin suatu saat bisa berkontribusi dengan apa yang kubisa.

Gays, di dusunku ada bekas telapak kaki pada sebuah batu, persis seperti yang ditemukan para arkelog dari UGM tahun 2012 yang lalu di Purwokerta. Masyarakat setempat menamakan “nitu watin”.  Menarik gays buat diteliti lebih lanjut, so #ayo ke Detunglikong. 

Jadi karakabu itu sebenarnya apa si?. BERSAMBUNG.

Catatan:



Tulisan ini lebih pada curhat tentang arti sebuah nama dan rindu pada tanah leluhur. Jika ada kesalahan penyebutan atau apapun mohon diperbaiki imung deung, kerapu, lu’ur dolor mogan sawen. Jauh bangat dari kata ilmiah atau nalar yang baik karena sifatnya sebatas curhatan hati ya gays. Salam dari rantau. (Makar admin blog Gubanesia)


Baca juga

0 Response to "Apa Arti Sebuah Nama, KARAKABU?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel