Perjalanan Saya Pertama Kali Ke Papua Memberi Kesan Negatif


Bandara Sentani Jayapura Papua, Perjalanan Saya Pertama Kali Ke Papua
Bandara Sentani Jayapura Papua
CAPE MAKAR: Martin kecil tiba di Papua, suatu tempat yang jauh dari tanah kelahiranya di Detunglikong, Flores NTT. Bandara sentani di Jayapura Papua, tempat pertama kali saya menginjakan kaki di propinsi yang berada di bagian paling timur Indonesia itu. Takut dan heran itulah kesan pertama yang kudapati saat itu, takut karena pesawat yang membawa saya dan rombongan transmigrasi itu menyentuh landasan pesawat dengan cara yang ekstrim. Prakkk, uuusss, kikkkkkkkkk, sunggu sangat menakutkan. Mungkin baru pertama kali naik pesawat di usia kurang lebih 5 tahun jadi kesan kampungan terekam jelas saat itu.

Heran karena orang Papua rambutnya lebih kriting, lebih hitam dan lebih seram (nampaknya) daripada orang-orang yang pernah saya jumpai. Sekali lagi itulah yang terekam saat pertama kali menginjakkan kaki di bumi cenderawasih.

Usai menginap beberapa hari di kantor transmigrasi (depan pos tentara 751) Sentani Jayapura Papua. Selanjutnya rombangan dibawah menuju lokasi transmigrasi, SP V distrik Kaureh, Jayapura Papua. Perjalanan yang diawali mengitari danau sentani sekitar 2 jam itu sangat melelahkan sampai di Tajah lereh (nama lain dari SP V).

Melewati perurumahan yang nampak jauh dari kata ramai, kemudian menelusuri hutan belantara yang masih hijau, akhirnya sekitar pukul 03.00 WIT kami pun tiba di tempat tujuan.
***

            Sajian pertama yang kulihat dihari pertama adalah hutan di sekeliling rumah transmigrasi yang serba seadaanya itu. Namun, bukan bapakku jika tidak kreatif, bukan promosi tetapi benar, menurut saya beliau sangat kreatif. Perlahan-lahan tempat yang mulanya hutan belantara itu disulap menjadi rumah yang cukup nyaman di tahun pertama, saat itu usiaku sekitar 6 tahun.

Refleksi

1.     Menjadi perintis selalu tidak muda bagi siapapun, tetapi dengan proses dan berjalanannya waktu, percayalah akan memberikan kita kesan yang berbeda tetang hidup, pengalaman, maupun perjumpaan dengan seseorang atau suatu komunitas tertentu. Bahkan bisa jadi berbeda dari pandangan awal kita tentang sesuatunya.
2.     Jangan melihat segala sesuatu dari luarnya saja, pelajari dan pahami lebih dalam maka engkau akan menemukan jawaban yang mungkin saja berbeda dari kesan awal yang didapat. 


Tulisan berseri, namun cukup singkat, termasuk kategori tidak jelas, maafkan saya karena ini hanyalah catatan perjalanan seorang anak kampung saja. (Makar admin blog Gubanesia.)


Baca Juga:


Masuk SD di Papua Hanya Papan yang Kulihat Bukan Sekolah

Sebuah Memori di SD Detunglikong

Tentang Rumah dan Keluargaku





0 Response to "Perjalanan Saya Pertama Kali Ke Papua Memberi Kesan Negatif"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel