Saya Tidak Senang Menjadi yang Terbaik

Saya Tidak Senang Menjadi yang Terbaik
CAPE MAKAR: Kali ini saya ingin membagikan secuil kisah tentang kebaperan, mungkin tidak berfaedah. Namun pesan di baliknya adalah tiada kesuksesan tanpa ada tantangan. Berikut goresan kisah baperku.

Untuk menjawab tantangan kurikulum 2013 dan upaya kongkrit dari guru Sekolah Kristen Kanaan Jakarta sebagai rool model bagi siswa; maka pihak sekolah berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Saya sangat mendukung niat baik tersebut.
Saya Tidak Senang Menjadi yang Terbaik

Salah satu usaha kongkrit itu adalah dengan mengundang dosen sekaligus penulis buku level atas seperti pak Tri Widiarto, sekaligus direktur percetakan Widya Sari Press Salatiga, Magelang Jawa Tengah untuk mengajari teknik menulis jurnal ilmiah. Kurang lebih tiga kali beliau datang ke Sekolah Kristen Kanaan Jakarta dan mengajari teknik penulisan jurnal ilmiah kepada staf guru di sekolah tersebut, termasuk saya.

Edisi pertama, sekitar 15 guru yang mengikuti pelatihan tersebut hanya dua karya terbaik yang berhasil dibukukan, salah satunya karya saya yang berjudul Guru Bloger Solusi Alternatif dalam Menjawab TantanganMengajar di Era Milenial.
Saya Tidak Senang Menjadi yang Terbaik

Kedatangan beliau untuk yang keempat kalinya dan memberikan pelatihan jilid II. Itulah yang menjadi masalah buat saya, dan sejujurnaya masalah ini tidak berdasar sama sekali, hanya karena nama saya sering disebut dan menjadi contoh. Alasannya sederhana karena tulisan saya masuk kategori baik menurut editor di sana. Saya diberi apresiasi melalui kata-kata pak Tri, “pak Martin nulisnya bagus”, masalahnya saya tidak ingin disebut bagus apalagi yang terbaik.

Saya tidak suka.

Kenapa?
Saya Tidak Senang Menjadi yang Terbaik

Jawabanya karena belum bisa menghasilkan 5 artikel dengan panjang 1000 kata dalam 1 hari. Terus kucoba tetapi hingga kini belum berhasil. Apabila saya sudah bisa menulis 5 artikel dalam satu hari dengan krieteria di atas, itu baru layak disebut “terbaik”. Jadi itu alasan saya tidak bahagia apalagi senang disebut yang terbaik dalam hal menulis. Selesai tanpa pesan. (Makar admin blog Gubanesia)

Catatan
Ini hanya tulisan baper, tidak bermaksud menyakiti hati siapa pun, salam literasi

0 Response to "Saya Tidak Senang Menjadi yang Terbaik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel